Minggu, 26 Juni 2016

Data Teknis Lokomotif BB 204

> DIMENSI
1 Lebar sepur (track gauge) 1067 mm
2 Panjang body 12600 mm
3 Jarak antara alat perangkai 13500 mm
4 Lebar badan (body) 2800 mm
5 Tinggi maksimum 3660 mm
6 Jarak gandar 2880 mm, 1600 mm
7 Jarak antar pivot 7050 mm
8 Diameter roda penggerak 895 mm
9 Diameter roda idle 720 mm
10 Tinggi alat perangkai 760 mm

> BERAT
1 Berat kosong 52,8 ton
2 Berat siap 55 ton
3 Berat Adhesi 44 ton

> MOTOR DIESEL
1 Tipe MTU 12 V 396 TC 12
2 Jenis 4 langkah
3 Daya Mesin 1230 HP
4 Daya ke Generator/Converter -

> MOTOR TRAKSI/CONVERTER
1 Jumlah motor traksi 4
2 Tipe motor FLD 2057 A
3 Gear ratio -
4 Tipe Generator WG xy 450 dw 6 / AC

> PERFORMANSI
1 Kecepatan maksimum 60 km/jam
2 Gaya tarik maksimum (adhesi) 8820 kgf
3 V min kontinyu 20 km/jam
4 Jari-jari lengkung terkecil 80 m

> Kapasitas
1 Bahan bakar 1700 lt
2 Minyak pelumas 200 lt
3 Air pendingin -
4 Pasir 80 Kg

> Lain-lain
1 Sistem rem Pneumatic, Drum Brake
2 Tipe kompresor -

NR sang penolong

Mungkin tak terlalu banyak penumpang kereta api pada umumnya yang mengetahui bagaimana jika dalam suatu perjalanannya kereta api yang ditumpangi tersebut sedang mengalami gangguan, akan dapat terselesaikan dengan bantuan dari kereta lain atau yang biasa disebut dengan Kereta Penolong. Dalam istilah perkereta-apian kode kereta ini sering disebut “NR”.
Bagaimana gangguan perjalanan kereta api tersebut dapat terjadi ?

Gangguan dalam perjalanan kereta api bisa saja disebabkan diantaranya oleh: lokomotif yang mogok, kereta / gerbong mengalami patah as roda, kereta api yang anjlok atau keluar dari relnya, hingga terjadinya PLH.

Dapat dipastikan bahwa kereta penolong ini dimiliki oleh masing-masing Daerah Operasi (Daop) untuk wilayah pulau Jawa, ataupun Divisi Regional (Divre) untuk wilayah pulau Sumatera minimal satu buah di setiap wilayah kerjanya. Hal ini dikarenakan cukup panjangnya jarak / lintasan rel kereta api yang ada di Indonesia. Sehingga apabila terjadi suatu hal pada titik tertentu yang dapat menggangu Perjalanan Kereta Api (Perka), akan dapat segera terselesaikan dengan baik dan cepat tanpa banyak memakan waktu perjalanan untuk menuju ke TKP (tidak selamanya rel kereta api berada di pinggiran jalan raya jika menggunakan alat angkutan darat). Salah satunya adalah dengan bantuan kereta penolong ini. Kebetulan jenis kereta penolong yang dibahas dalam tulisan ini adalah kereta penolong milik dipo lokomotif Jatinegara, dimana sekitar tahun 2006 kereta penolong ini mengalami perubahan warna pada bodinya yang lebih mirip motif warna pada kereta kelas eksekutif.

Semua orang, baik penumpang KA ataupun pegawai di PT KA tentulah sangat tidak menginginkan kereta NR ini keluar dari “kandang”nya. Dan berharap kereta ini cukup beristirahat saja pada tempatnya. Namun mengingat kondisi di lintas yang cukup banyak mengalami kemungkinan berbagai macam kejadian, maka tak pelak lagi kereta NR ini harus selalu siap siaga selama 24 jam penuh setiap hari dalam kondisi apapun, berikut crew di dalamnya yang akan bertugas.

Jadi bisa dibilang kereta NR ini adalah kereta yang paling jarang berdinas (kalau perlu tidak boleh), namun disisi lain dia harus siap bertugas jika ada panggilan tanpa mengenal adanya waktu yang jelas, baik pagi buta, siang, sore, ataupun tengah malam.

Tatkala ada suatu kejadian pada lokasi tertentu, misalnya terjadi lokomotif mogok di Stasiun Gambir pada pagi hari, maka segeralah si NR ini berikut crew-nya berangkat menuju TKP untuk membantu menyelasaikan masalah yang ada.





Ataupun disaat terjadinya anjlok pada rangkaian kereta api Argo Lawu yang baru tiba dari Solo, dimana sedang dilakukan kegiatan langsir di Stasiun Manggarai tepatnya pada wesel antara sepur 7 dan sepur 8 di malam hari.
Seperti biasa, hal yang umum terjadi di Indonesia adalah jika ada suatu peristiwa / kejadian pasti akan ada orang yang sibuk bekerja, ataupun yang hanya “sibuk” menonton saja seperti pada foto disamping ini. Sementara saya sendiri sibuk mencari posisi untuk mem-foto… :D :D



Bekerja dengan batas waktu yang tak jelas, bahkan bisa 24 jam penuh tanpa henti membuat kereta penolong harus dilengkapi dengan berbagai macam “amunisi”. Tak hanya peralatan / perlengkapan (tool kit) untuk bekerja saja yang ada di dalamnya. Namun alat-alat memasak seperti kompor gas, panci, wajan, teko, ember, gelas, piring, sendok, garpu, juga ada semua di dalam kereta penolong sebagaimana layaknya dapur di dalam rumah anda. Bahkan matras / tempat tidur lipat pun tersedia untuk crew yang akan beristirahat.



Jika seharian telah lelah bekerja di lapangan dan perut terasa lapar, maka awak kereta penolong bisa beristirahat sambil memasak sendiri mie instant. Mau minum teh atau kopi? Semua menu dapat diatur sesuai selera dan stok makanan yang tersedia.
Sungguh suatu pekerjaan yang “luar biasa” dalam salah satu bagian dari potret perkereta-apian Indonesia.

Kini sejak Januari 2010, NR milik Dipo JNG telah banyak mengalami perubahan luar & dalam. Selain bodi kereta yang sangat mulus, di dalamnya juga terdapat ruang tempat tidur bertingkat + AC, toilet, meja makan, genset, serta fasiltas lainnya. Semoga kru yang bertugas di dalamnya akan selalu bersemangat dalam menjalankan tugasnya.

Kereta vs Gerbong

Kenapa sampai saat ini masih banyak orang yang sering salah persepsi terhadap penyebutan antara Kereta dan / atau Gerbong ? Padahal dua kata tersebut mempunyai makna yang sangat berbeda. Bagi yang mengerti secara fisik dari perbedaannya, maka dari foto rangkaian Kereta Api di atas seharusnya sudah dapat ditebak bahwa pada rangkaian tersebut masing-masing urutannya dari depan terdiri dari 1 Lokomotif, 1 Kereta (kelas ekonomi / K3) dan 2 Gerobak (GGW warna biru dan GGW warna abu-abu).

Boleh jadi kita cukup familiar dan sering sekali membaca / mendengar dengan kalimat berikut :

Lok CC204xx menarik 8 K1 -- KA xxx tujuan xxx, atau
Lok CC201xx menarik 9 K3 dan 1 KMP, -- KA xxx tujuan xxx

Lha koq bukan,
Lok CC204xx menarik 8 GP1 -- KA xxx tujuan xxx, atau
Lok CC201xx menarik 9 GP3 dan 1 GMP -- KA xxx tujuan xxx

Jawabnya mudah, karena yang ditarik itu Kereta bukan Gerbong Penumpang / Gerobak Penumpang.

Kalau kita mau menjadi Railfan yang baik ataupun ahli dalam perkereta-apian, dan mengikuti aturan main yang berlaku, maka primbonnya ya ada di dalam REGLEMEN KA. Di R19 BAB 1 hal 15 sampai dengan 34, dengan jelas telah di definisikan semua istilah yg dipakai di perkereta-apian Indonesia ( PT. KA ).

Berikut contoh isinya;

hal 19 : "KERETA" ialah kendaraan yg seluruhnya atau sebagiannya dipergunakan untuk mengangkut PENUMPANG, BEGASI dan KIRIMAN POS"

hal 20 : "GEROBAK" ialah kendaraan yg KHUSUS dipergunakan untuk mengangkut barang dan binatang.

Yang menjadi masalah adalah dimunculkannya istilah baru yaitu "GERBONG", nah disinilah timbul polemik yg buang-buang waktu, engkel-engkelan dan tidak menyelesaikan masalah (sering kali malah bikin emosi kalau mau di-benarkan).

Orang-orang pada umumnya tidak mengerti dalam membedakan mana “kereta”, mana “gerobak”, yang tau adalah “kereta” dengan “gerbong” itu sama saja padahal tidak. Bukan hanya orang yang awam dengan dunia kereta api, namun para wartawan-pun (baik cetak maupun elektronik) dalam memaparkan berita di seputar perkeretaapian, sering salah dalam menulis atau menyebutnya.
Misal:
"Kecelakaan KA menyebabkan beberapa GERBONG nya terguling" , ........... lho Gerbong apa ???? Gak jelas ???
Lebih mudah (per definisi) me-refer dan memakai kata KERETA, atau kata GEROBAK (itupun kalau mau).

Bahkan yang lebih parah lagi adalah orang yang sehari-hari kerjanya sudah jelas berhubungan dengan kereta api, alias para pegawai PT. KA (Persero). Kesalahan dalam menyebut ( kereta / gerbong / gerobak ) itu selalu saja terjadi. Entah apakah memang sudah merupakan suatu warisan yang turun-temurun terucap, sehingga sangat sulit untuk merubah kebiasannya. Atau memang tidak mengerti ? Atau tidak peduli ? (hanya ybs yang bisa menjawabnya).

Jadi kesimpulannya kalau masih TETAP MAU NGEYEL pakai kata-kata GERBONG, harus diciptakan istilah baru :
GERBONG PENUMPANG = Kereta
GERBONG BARANG = Gerobak

Kereta, dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan Coach or Carriage, dalam bahasa Belanda disebut dengan Rijtuig.

Gerobak, dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan Wagon, dalam bahasa Belanda disebut dengan Wagen.

Kereta dan / atau Gerobak yang telah tersusun atau digandengkan lengkap dengan lokomotif, dan telah terpasang Semboyan 21, artinya sudah menjadi Kereta Api (Train). Bukan “Kereta” atau “Gerobak” lagi.

Jadi, semua pengertiannya terpulang kepada diri kita masing-masing, mau menurut dan konsekuen dengan acuan baku ini atau tetap mau ngeyel terus-terusan. Silahkan saja…



Untuk lebih jelasnya bisa dilihat beberapa foto yang terdapat di bawah ini :

Foto disamping memperlihatkan suatu contoh Kereta, dengan kategori kelas bisnis (K2). Karena Kereta merupakan angkutan yang biasa membawa penumpang, maka tak pelak lagi perawatan rutin harus lebih sering dilakukan karena ini berkaitan dengan keselamatan manusia sepanjang perjalanan.





Kereta yang mengangkut penumpang tertentu yang ingin lebih eksklusif dalam perjalannya
disebut kereta wisata. “Nusantara” adalah salah satu contoh dari kereta wisata yang ada selain “Bali” dan “Toraja” yang rutin berdinas sesuai pesanan hingga saat ini.






Sementara untuk gerobak pada umumnya tidak terlalu banyak membutuhkan perawatan, karena hanya berisi barang saja. Foto disamping adalah contoh Gerobak dengan kode YW yang dulunya biasa berdinas mengangkut pasir kwarsa. Namun sampai di Jakarta sekarang lebih banyak digunakan untuk mengangkut sampah (walaupun yang kayak begini bisa laku juga untuk mengangkut orang). Mungkin saat ini Gerobak tersebut sudah habis dirucat.



Khusus untuk Kereta Api di Cepu yang dimiliki oleh Perhutani, Gerobak yang biasa dipakai untuk mengangkut kayu jati, kini derajatnya naik menjadi “kereta wisata”. Kalau Kereta Api ini sedang berdinas mengantarkan wisatawan, dapat dipastikan bahwa penumpangnya lebih memilih naik di Gerobak seperti kambing daripada di Kereta :D :D





Dengan menggunakan lokomotif, maka suatu kereta dan / atau gerobak bisa ditarik atau didorong. Berikut contoh-contohnya :

Lokomotif membawa Kereta K1.











Lokomotif membawa Gerobak Ketel.











Lokomotif membawa Lokomotif.











Lomotif membawa rongsokan kaleng kerupuk yang siap dirucat.











Demikian sedikit pencerahan mengenai Kereta dan Gerobak. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Jika ada kesalahan kata-kata mohon dimaafkan & silahkan dikoreksi.

Jakarta-Bandung

Saat ini banyak barang yang diangkut di atas jalan, rel dan laut dalam Peti Kemas (Container) – yaitu semacam krat besar, ada yang berbahan dari lempengan besi ataupun alumunium dan memiliki ukuran standar diantaranya 20’, 40’ dan 45’. Peti Kemas merupakan cara yang baik untuk mengangkut barang dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Alat pengangkut khusus telah dirancang untuk memindahkan peti kemas di antara truk, kereta api dan kapal laut. Alat ini adalah krangkat raksasa (crane), yang mampu mengangkat peti kemas sampai seberat 30 ton.


Bangun utamanya terdiri atas dua pasang kaki yang dihubungkan oleh gelagar. Kedua kaki gelagar itu adalah “kotak” baja-las panjang. Kaki dan gelagar itu sendiri berdiri di atas rel mengunakan sebuah bogi beroda-dua sehingga dapat bergerak dari sebuah gerbong ke gerbong lain sepanjang rangkaian kereta api.

Sebuah tempat kemudi -disebut kepiting- berjalan di tengah-tengah roda atas di sepanjang gelagar yang melintang mengangkut peralatan pengerek untuk mengangkat peti kemas. Peti kemas digantungkan pada unit, yang disebut unit penjepit-pengungkit, dan diletakkan di ujung tali pengerek yang berdiri tegak. Dari ruang pengemudi ini terdapat konsol kembar yang dapat mengatur semua operasi pengangkutan dan pemindahan. Karena pemuatan dan pembongkaran peti kemas dilakukan selam 24 jam sehari dan di dalam segala cuaca, maka ruang kemudi harus nyaman dan dilengkapi dengan kursi bersalut, pengatur suhu ruangan, alat anti kabut serta pembersih kaca depan.


Bogi kaki, kepiting dan alat pengerek digerakkan oleh motor listrik. Arus listrik dihasilkan oleh generator motor besar. Ada kalanya juga generator ini digerakan oleh mesin disel. Ketika bekerja, pengemudi menggerakkan kepiting sampai gigi penggerak langsung berada di atas peti kemas yang akan dipindahkan. Lalu peti kemas digandeng berjalan ke tempat peti kemas yang semestinya dipindahkan.



Berikut ini adalah beberapa contoh krangkat raksasa yang diletakkan sesuai dengan penggunaannya untuk memindahkan tumpukan peti kemas :


Digunakan untuk memindahkan peti kemas dari satu truk ke truk yang lain. Untuk pemindahan peti kemas dari terminal satu ke terminal yang lain dalam jarak yang dekat, proses ini suka disebut sebagai OB (overbrengen).






Digunakan untuk memindahkan peti kemas dari dalam kapal laut, kemudian diletakkan di pinggiran dermaga dan siap untuk diangkut oleh truk.











Digunakan untuk memindahkan peti kemas dari gerbong barang kereta api untuk diletakkan di atas chasis truk, begitu juga sebaliknya.









Sekian.

Terminal Peti Kemas

Saat ini banyak barang yang diangkut di atas jalan, rel dan laut dalam Peti Kemas (Container) – yaitu semacam krat besar, ada yang berbahan dari lempengan besi ataupun alumunium dan memiliki ukuran standar diantaranya 20’, 40’ dan 45’. Peti Kemas merupakan cara yang baik untuk mengangkut barang dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Alat pengangkut khusus telah dirancang untuk memindahkan peti kemas di antara truk, kereta api dan kapal laut. Alat ini adalah krangkat raksasa (crane), yang mampu mengangkat peti kemas sampai seberat 30 ton.


Bangun utamanya terdiri atas dua pasang kaki yang dihubungkan oleh gelagar. Kedua kaki gelagar itu adalah “kotak” baja-las panjang. Kaki dan gelagar itu sendiri berdiri di atas rel mengunakan sebuah bogi beroda-dua sehingga dapat bergerak dari sebuah gerbong ke gerbong lain sepanjang rangkaian kereta api.

Sebuah tempat kemudi -disebut kepiting- berjalan di tengah-tengah roda atas di sepanjang gelagar yang melintang mengangkut peralatan pengerek untuk mengangkat peti kemas. Peti kemas digantungkan pada unit, yang disebut unit penjepit-pengungkit, dan diletakkan di ujung tali pengerek yang berdiri tegak. Dari ruang pengemudi ini terdapat konsol kembar yang dapat mengatur semua operasi pengangkutan dan pemindahan. Karena pemuatan dan pembongkaran peti kemas dilakukan selam 24 jam sehari dan di dalam segala cuaca, maka ruang kemudi harus nyaman dan dilengkapi dengan kursi bersalut, pengatur suhu ruangan, alat anti kabut serta pembersih kaca depan.


Bogi kaki, kepiting dan alat pengerek digerakkan oleh motor listrik. Arus listrik dihasilkan oleh generator motor besar. Ada kalanya juga generator ini digerakan oleh mesin disel. Ketika bekerja, pengemudi menggerakkan kepiting sampai gigi penggerak langsung berada di atas peti kemas yang akan dipindahkan. Lalu peti kemas digandeng berjalan ke tempat peti kemas yang semestinya dipindahkan.



Berikut ini adalah beberapa contoh krangkat raksasa yang diletakkan sesuai dengan penggunaannya untuk memindahkan tumpukan peti kemas :


Digunakan untuk memindahkan peti kemas dari satu truk ke truk yang lain. Untuk pemindahan peti kemas dari terminal satu ke terminal yang lain dalam jarak yang dekat, proses ini suka disebut sebagai OB (overbrengen).






Digunakan untuk memindahkan peti kemas dari dalam kapal laut, kemudian diletakkan di pinggiran dermaga dan siap untuk diangkut oleh truk.











Digunakan untuk memindahkan peti kemas dari gerbong barang kereta api untuk diletakkan di atas chasis truk, begitu juga sebaliknya.









Sekian.

Semboyan Kereta Api

Dalam rangka terselenggaranya pengoperasian perjalanan kereta api yang aman, tertib dan lancar, maka semua pergerakan yang ada diaturlah dengan menggunakan Semboyan.
Menurut Peraturan Dinas 3 (PD 3) sebagai perubahan dan perbaikan serta penyesuaian dari Reglemen 3 (R 3) dalam BAB I, Pasal 1, Ayat (1),
yang dimaksud dengan Semboyan adalah,
pesan yang bermakna bagi petugas yang berkaitan dengan perjalanan kereta api sebagai :
a. Perintah atau larangan, yang ditunjukkan/diperagakan melalui orang atau alat berupa wujud, warna, cahaya atau bunyi, meliputi :
1) isyarat;
2) sinyal; dan
3) tanda.
b. Pemberitahuan tentang kondisi jalur, pembeda batas, dan petunjuk tertentu yang ditunjukkan melalui marka.

Ayat (2),
Isyarat adalah semboyan yang disampaikan oleh pengatur perjalanan kereta api atau petugas atau pihak lain dalam bentuk peragaan, bunyi, atau alat tertentu.

Ayat (3),
Sinyal adalah semboyan tetap yang diperagakan melalui alat berupa wujud, warna dan/atau cahaya.

Ayat (4),
Tanda adalah semboyan berupa alat atau benda untuk memberikan petunjuk yang berada pada jalur kereta api atau melekat pada sarana.

Ayat (5),
Marka adalah semboyan tetap yang meberitahukan kondisi jalur, pembeda, batas, dan petunjuk tertentu.

Berikut ini ada beberapa contoh gambar semboyan berupa fisik yang masih berbentuk konvensional di sekitar jalur kereta api dan berikut penjelasan singkatnya:


Semboyan 2A,
(Isyarat Berjalan Hati-Hati)
Kereta Api berjalan hati-hati dengan kecepatan tidak melebihi 40 km/jam












Semboyan 2B,
(Isyarat Berjalan Hati-Hati)
Kereta Api berjalan hati-hati dengan kecepatan tidak melebihi 20 km/jam












Semboyan 2C,
(Isyarat Berjalan Hati-Hati)
Kereta Api berjalan hati-hati dengan kecepatan tidak melebihi 5 km/jam, atau setara dengan kecepatan orang berjalan kaki.








Semboyan 3,
(Isyarat Berhenti)
Kereta Api harus berhenti. KA tidak diperbolehkan memasuki bagian jalan yang membahayakan perjalanan KA.












Semboyan 5,
(Sinyal Utama)
Kereta Api diperbolehkan “berjalan” melewati sinyal utama memasuki stasiun atau memasuki petak blok sesuai dengan kecepatan yang diizinkan.











Semboyan 6,
(Sinyal Utama)
Kereta Api diperbolehkan “berjalan hati-hati” melewati sinyal utama memasuki stasiun atau memasuki petak blok dengan kecepatan terbatas.








Semboyan 7,
(Sinyal Utama)
Kereta Api harus “berhenti” dimuka sinyal yang dihadapi.














Semboyan 8,
(Tanda hati-hati mendekati sinyal masuk)
Perintah untuk hati-hati bahwa kereta api telah mendekati sinyal masuk pada jarak kurang lebih 1000 meter.








Semboyan 18,
(Tanda Batas Ruang Bebas)
Petunjuk kepada petugas yang terkait dengan perjalanan KA bahwa rangkaian KA tidak boleh melampaui batas ruang bebas.











Semboyan 21,
(Tanda Akhiran Kereta Api)
Petunjuk kepada petugas yang terkait dengan perjalanan KA mengenai posisi akhiran pada rangkaian KA.








Tiada Semboyan















Adapun di dalam PD 3, BAB III, Pasal 12, Semboyan dikelompokkan menjadi :

(1) Semboyan di Jalur Kereta Api
__a. Semboyan Sementara___1) Isyarat : 1, 2A, 2A1, 2B, 2B1, 2C, 3 dan 4A___2) Tanda : 2, 2H dan 2H1
__b. Semboyan Tetap
___1) Sinyal : 5, 6, 6A, 6B, 7, 7B, 9A1, 9A2, 9B1, 9B2, 9B3, 9C1, 9C2,
_____9C3, 9D, 9E1, 9E2, 9F, 9G, 9H dan 9J
___2) Tanda : 8, 8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F, 8G, 8H1, 8H2, 8J1, 8J2, 8K, 8L, 8M, 8N dan 8P
___3) Marka : 10A, 10B, 10C, 10D, 10E, 10F, 10G, 10H, 10J, 10K dan 10L
__c. Semboyan Wesel, Corong Air, Jembatan Timbang dan Batas Ruang Bebas
_____Tanda : 11A, 11B, 12A, 12B, 13A, 13B, 13C, 14A, 14B, 16A, 16B, 17 dan 18

(2) Semboyan Kereta Api
__a. Semboyan Terliha
t
___1) Isyarat : 30 dan 40
___2) Tanda : 20, 21 dan 31
__b. Semboyan Suara
___1) Isyarat : 41
___2) Tanda : 35, 36, 37, 38, 39 dan 39A

(3) Semboyan Langsir
___1) Isyarat : 46, 47, 47a, 48, 50 dan 51
___2) Tanda : 45

(4) Semboyan Genta
_____Tanda : 55A1, 55A2, 55B, 55C, 55D dan 56



NB:
Untuk beberapa contoh semboyan yang ada bentuk fisiknya bisa saja berbeda bentuknya untuk waktu siang dan malam.

Fakta Tentang Kereta

Fakta tentang Kereta Api Indonesia

(sebelumnya, bagi siapa saja yang ingin mengcopas blog ini, silahkan ijin kepada saya)
kereta Api Indonesia memiliki fakta yang unik. dimulai dari kereta, lokomotif, hingga rute perjalanannya. keistimewaannya sudah saya sajikan dalam artikel ini. berikut :
  1.  kereta api penumpang terjauh di Indonesia diraih oleh KA Krakatau (Merak-Kediri), kemudian disusul Gajayana (Malang Kota Baru-Gambir (Jakarta) ), KA Matarmaja dan Majapahit (Malang Kota Baru- Pasar senen)
  2. Stasiun Purwakarta merupakan stasiun yang memiliki keistimewaan. yaitu sebagai kuburan kereta KRL ekonomi yang sudah uzur.
  3. kereta api terjauh di Indonesia diraih oleh kereta barang semen (Nambo - Banyuwangi Baru). perjalanannya membutuhkan waktu 23-24 jam, jarak sekitar 1000 km, penggantian lokomotif selama sekali, dan penggantian masinis/shift sebanyak 5-6 kali (maaf apabila masih ada kesalahan).
  4. KA Serayu merupakan kereta yang memiliki fasilitas terbaik walaupun pada saat pemasangan fasilitas AC kereta ini melakukannya paling akhir. 
  5. kereta komuter terpadat dan terbesar diraih oleh Jakarta, disusul Surabaya, kemudian Solo/Yogyakarta.
  6. track Solo Balapan-Yogyakarta Tugu merupakan jalur double track tertua di Indonesia. sehingga jalur ini merupakan jalur paling aman. selain itu, akan dipasang kabel listrik pada tahun 2015. tetapi hanya sekedar wacana saja. tetapi elektrifikasi sinyal telah jadi pada awal 2016 lalu.
  7. jalur terpadat rel kereta berada di jalur Cikampek-Jatinegara dan waktu terpadat terjadi pada waktu malam hari.
  8.  kereta dengan tujuan stasiun terminus di jakarta terbanyak diraih di Bandung dengan frekuensi sebanyak 18 kali (termasuk tambahan), disusul Surabaya dengan frekuensi sebanyak 16 kali (termasuk kereta pagi dan malam).
  9. Kereta yang paling bermasalah adalah kereta Empu Jaya (sekarang menjadi kereta Progo) dan lokomotif paling bermasalah adalah CC 201 45
  10. Kereta api Bangunkarta adalah satu-satunya kereta yang "naik pangkat" dengan urut. dimulai dari ekonomi full, kemudian ekonomi-bisnis, lalu full bisnis, kemudian bisnis-eksekutif, dan akhirnya full eksekutif.
  11. lokomotif CC 201 mulai pensiun pada tahun 2017
  12. Argo Wilis merupakan satu-satunya Argo yang tidak melayani rute dari/ke jakarta.
  13. kereta kelas Argo yang masih bertahan memakai loko CC 203 adalah Argo Bromo Anggrek, Argo Wilis, Argo Parahyangan, dan Argo Jati
  14. selain kereta kelas eksekutif, kereta kelas ekonomi mempunyai bentuk-bentuk kereta yang berbeda seperti model KRD MCW 301.
  15. Kereta Fajar Utama Semarang dan Senja Utama Semarang sudah digantikan penuh dengan kereta menoreh.
  16. Harga kereta kelas Bisnis dan Ekonomi AC sama. dan kedua kelas ini saling bersilang dalam fasilitasnya (seperti apabila Bisnis hanya memiliki AC Split, Ekonomi AC memiliki AC Central yang tingkat dinginnya cukup kuat walaupun suhu yang panas. begitu pun sebaliknya, apabila Ekonomi AC memiliki kursi tegak, Bisnis memiliki kursi miring yang sangat nyaman untuk tidur).
  17. Kereta kelas ekonomi AC merupakan pengembangan kelas kereta terakhir. dan kereta pertama yang menggunakan kereta kelas ini adalah Bogowonto
  18. bentuk kepala KRD kereta kepresidenan hampir mirip dengan KRL Hitachi.
  19. KRL BN Holec merupakan KRL yang paling banyak dimodifikasi menjadi KRD/KRDE seperti Prameks, Sriwedari, Baraya Geulis, Rencang Geulis, dll
  20. PJL terunik berada di Yogyakarta yang terkenal dengan cara geser
  21. Lokomotif CC 300 merupakan lokomotif diesel hidrolik buatan Indonesia yang memiliki kelebihan. yaitu tahan banjir (kecuali yang ditarik adalah kereta Bisnis dan Ekonomi PSO), memiliki daya yang dapat melebih daya CC 206, dan dapat menghidupkan listrik satu kereta (artinya nanti tidak dibutuhkan pembangkit)
  22. kereta api Kertajaya merupakan satu-satunya kereta ekonomi PSO yang mendapat gelar ekspres.
  23. kereta api Matarmaja pernah merangkai kereta Ekonomi AC Kemenhub. namun hanya sebentar saja. selain itu, kereta ini merupakan satu-satunya kereta yang merangkai KM1/M1, P/BP, dan kereta bagasi Satwa.
  24. kereta api termewah diraih oleh KA Mutiara Utara yang sekarang menjadi Sembrani dan sekarang digantikan oleh Gajayana.
  25. Kereta Api Sembrani pernah mendapatkan kereta baru khususnya sebanyak 2 kali. yaitu ombak biru dengan jendela pesawat dan ombak lumpur dengan jendela pesawat. namun karena Argo Bromo Anggrek kekurangan rangkaiannya, akhirnya kereta ini diberi kepada Argo Bromo Anggrek. 
  26. lokomotif paling ningrat adalah CC 206 13 87 dan 88 karena kedua loko ini menarik rangkaian kereta KLB RI 1.
  27. sebagian besar kereta mutiara utara dijadikan 2 model. yaitu model eksa biru (seperti bisnis) dan kawis (kereta wisata) nusantara.
  28. kereta satwa dan eksa biru mulai dirombak menjadi Argo. untuk membedakannya, lihat angka digit ke 3 dan 4 pada angka seri suatu kereta. apabila digit tersebut 65/68 adalah eksa biru, dan dibawah 95 adalah Satwa. semisal K1 06501. maka produksi kereta ini terjadi pada tahun 1965.
  29. Kereta Api Bima merupakan kereta pertama yang merangkai gerbong pembangkit dan kereta tidur.
  30. diantara seluruh lokomotif indonesia, yang mendapat kritikan paling banyak adalah CC 206. loko ini sebenarnya adalah loko barang. namun sekarang dirangkai pada kereta kelas Argo. alasannya adalah loko CC 201, 203, 204 mulai turun pangkat, penyebab utama terusirnya loko CC 204 batch 2, dan tidak terlalu sesuai dengan fungsinya (yaitu sebagai lokomotif barang)
  31. alokasi lokomotif CC 204 batch 1 terbanyak berada di DAOP VI YK.
  32. saat ini, sudah ada 4 desain seragam PT KAI yang bertahan sampai sekarang ini. seragam PJKA lebih banyak dipasang di loko hidrolik pelangsir kereta. seragam Oranye Bitu lebih banyak dipasang di DIVRE III TNK. Seragam PT KAI lama hanya beberapa saja yang belum terpasang seragam PT KAI yang baru. dan yang PT KAI baru sudah banyak dipasang di seluruh lokomotif (terutama di pulau jawa)
  33. desain seragam PT KAI baru terbanyak terdapat di lokomotif CC 204.
  34. Kereta Api Jayabaya merupakan kereta Ekonomi AC pertama yang seragamnya didesain khusus, menghubungkan stasiun Surabaya Gubeng dan Pasarturi secara bersamaaan dan kereta terakhir yang diluncurkan oleh Bapak Ignasius Jonan
  35. Kereta Api Kalijaga merupakan satu-satunya kereta yang berhenti di Stasiun Kedungjati. stasiun ini merupakan stasiun tertua di Indonesia dan terdapat persimpangan menuju Ambarawa yang sedang dihidupkan kembali
  36. Kereta Satwa yang diupgrade menjadi Argo adalah Argo Lawu (Solo Jaya) dan Argo Dwipangga (Dwipangga)
  37. Kereta Api Bangunkarta merupakan satu-satunya kereta kelas eksekutif yang melewati jalur Solo Jebres- Semarang Tawang
  38. Kereta Api KRD Kedung Sepur (Gubug-Weleri) merupakan KRD kelas 1 kedua setelah ARS Sriwedari. tetapi baru 50 hari kereta ini berhenti karena minimnya okupansi.
  39. hanya kereta Bima yang pernah merangkai kereta tidur
  40. Bapak Ignasius Jonan merupakan Dirut PT KAI pertama yang menjabat sebagai menteri perhubungan
  41. Jalur kereta terunik di Indonesia ada 3 yaitu : jalur Lempuyangan-BY Pengok YK yang melewati jalur kampung dan tidak berpalang, Purwosari-Solo Kota yang melintas di pinggir jalan Slamet Riyadi, sekarang digunakan untuk Sepur Kluthuk Jaladara (kereta wisata), dan jalur langsiran stasiun Madiun.
  42. kereta api krakatau merupakan satu-satunya kereta yang melewati 6 provinsi (atau setara satu pulau jawa) sekaligus (Jatim-Jateng-DIY-Jateng-Jabar-DKI Jakarta-Banten)
  43. jika saja seluruh jalur kereta di pulau Jawa sudah double track, maka waktu tempuh sebuah kereta rute Jakarta-Surabaya bisa sampai 7-8 jam (utara) dan 8-10 (selatan*)
    * : karena frekuensi kereta api di jalur selatan sangat tinggi ketimbang di utara
  44. kereta api Cirebon Ekspres (khusus Tegal - Jakarta) diganti menjadi Tegal Bahari. tetapi Cirebon Expres tetap berangkat
  45. kereta Api Krakatau dan Jaka Tingkir sama-sama berdiri berawal dari status kereta tambahan dan kelas kereta (K3 Kemenhub).
  46. TIPS !!! bagi yang ingin beli tiket kereta secara online, sering-seringlah hapus cookie browser pada browser internet. karena dapat meningkatkan harga jika anda sering-sering membuka web tersebut.
berikut dari isi artikel tadi. mohon maaf apabila masih ada kesalahan. Thank